Kakak Bintang anak Mamah
Selamat ulang Tahun Nak...
Semoga kamu Panjang Umur, selalu diberikan kesehatan dan Rizki yang berlimpah disepanjang umurmu. Kamu anak kuat nak. Semakin engkau beranjak dewasa semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah kaki mu nak. Jadilah anak yang pandai, berguna untuk dirimu sendiri, keluarga, dan bangsa. Jadilah anak yang selalu bertaqwa terhadap Allah. Kakak, maaf jika Mamah dan Papah belum bisa membahagiakan kakak di ulang Tahun yang ke 8 ini. Semoga Tahun depan Mamah dan Papah bisa memberikan kebahagiaan di ulang tahun yang ke 9.
Kakak, anak Mamah yang jagoan yang semakin Dewasa, memiliki adik membuat mu semakin dewasa. Mamah tidak memaksa mu bersikap dewasa tidak juga memaksa kakak untuk selalu mengalah dengan adikmu. tapi waktulah yang membuatmu bisa selalu mengalah tanpa mamah minta. Dengan memberikan apa yang adikmu minta walaupun dengan terpaksa kamu tetap memberikannya.
Kakak jagoan Mamah...
semoga kelak mamah dan papah selalu bisa memberikan apapun yang terbaik buat kamu. semoga kakak selalu bisa mengerti bahwa Mamah, Papah, Adek, Nenek sangat menyayangi kakak. Dan semoga kakak juga bisa menanamkan sampai besar nanti bahwa rengekan adek tanda ia sangat menyayangi kakak dan memerlukan kakak. semoga kelak kalian akan selalu menyayangi, memahami, dan saling melengkapi.
Kakak, selalulah jadi anak yang penuh kasih sayang kepada siapapun dan kapanpun. Hanya nasihat ini yang bisa Mamah kasih di Ulang Tahun Kakak.
Selamat ulang Tahun ya Nak...
Ceritaku Dalam Pena Hitam
Rabu, 13 April 2016
Minggu, 06 Maret 2016
Hari ini saya belajar mengenai Harga diri, Harkat , Martabat , dan ketulusan.
Dimana seorang perempuan yang harus mendapatkan Hak nya dan harga diri nya. Betapa rumit nya menjadi seorang perempuan. Segala situasi dan kondisi, perempuan tetaplah salah.
Mahkota.., mahkota yg telah direnggut harus berani dipertanggung jawabkan. " yaaahh ampuuunn.., sekarang bukan zaman nya siti nurbaya kaleee" yaaaaa
Boleh saja bicara seperti itu, dimana dijaman sekarang mungkin perempuan yang sudah tidak "V " adalah lumrah. Atau.., gaya pacaran anak jaman skrng memang ya memang gini . " gak usah aneh kali "
Tapi bagaimana dengan seorang perempuan yang seharusnya mendapatkan hak nya???
Keluarga si lelaki mungkin harus menjunjung tinggi Tahta. Tapi bagaimana jika hal ini yang di alami keluarga laki2? Bagaimana?
Ya Tuhan.....inilah kehidupan. Dimana si perempuan harus mendapatkan apa yang ia dapatkan. Membeli harga dirinya. Hal ini sungguh rumit. Bukan semudah kita membalikkan telapak tangan.
Manusia terkadang egois. Hanya keinginannya yg harus di gapai, tapi bagaimana dengan nasib orang lain yg mana di pandang perlu untuk di perjuangkan??
Kesempurnaan hidup bisa kita dapati salah satunya apabila kita bisa menghargai hak orang lain. Bukan Tahta, martabat.
MALU?? Yaaa akan malu lagi bila kita tidak bisa mendapatkan kesempurnaan hidup yang seharusnya bisa dirasakan oleh orang banyak.
Minggu, 28 Februari 2016
LUKA....
mengapa setiap manusia harus bisa merasakan luka. Pedih yg dirasakan setiap insan karena torehan ucapan atau perilaku yg didapat. Mengapa dengan mudahnya manusia bisa berucap yg bisa menyakiti hati dan perasaan.
Keperdulian saya kepada saudara2 yang ada di sekeliling saya, walaupun saya harus mengorbankan harkat, martabat, bahkan akhirat. Apakah mereka tidak memandang dari sisi tersebut? Kenapa? Bila di dunia ini tidak ada lagi rasa. Mungkin orang yg menderita tidak lagi bisa menghirup udara.
Kenapa kesombongan, keangkuhan sangat nyata di depan mataku?
Membenci..., ingin sekali membenci.., tidak perduli..., ingin sekali aku tidak perduli..., ingin pergi..., ingiiiin sekali aku pergi.
Bila suatu saat aku tidak bisa lagi membagi kebahagiaan kepada orang2 di sekekelilingku..., mungkin itu lah kepedihanku.
Selasa, 26 Januari 2016
Ketika Allah bersamaku
Awalnya aku tidak pernah berfikir akan sampai sejauh ini Allah memberikan kuasaNya. Perjalanan hidup yang aku terima dari suratan tanganNya sungguh membuatku percaya akan kuasaNya. Cobaan yang Allah berikan mungkin sesungguhnya sulit untuk aku terima. Tapi ini memang sebuah suratan yang harus aku tanda tangani.
Rasanya bahagia melihat tawa dan riang nya anak anakku. Mereka sungguh pelipur lara ku. Yang dapat selalu menguatkan aku. Tapi dibalik ceria nya mereka, sungguh aku adalah orang tua yang sesungguhnya gagal membahagiakan mereka. Apakah bisa aku dan suami melihat mereka bahagia, mengenyam pendidikan serta kehidupan yang layak sampai mereka dewasa dan bisa berdiri dengan kehidupan masing2?.
Kadang hati ini ingin menjerit sejadi-jadinya, bila mengingat kebodohan aku sebagai orang tua. Iyaaa bodohh..., karena aku pesimis dapat membahagiakan mereka. Hati ini sungguh berat luar biasa bila melihat mereka mengeluh. Hati ini sungguh tersiksa bila aku dan suamiku tidak bisa memenuhi apa yang mereka inginkan. Hanya ada kata " maaf nak .." Di dalam hati ini.
Di antara kepedihan-kepedihan yang aku rasakan, aku belum bisa membungkus hal ini menjadi saru paket jalan kehidupan yang harus ku kirimkan ke masa depan yang cerah.
Seandainya saja, boleh aku meminta, ku ingin bukan aku yang menjadi orang tua mereka., Yaaa kalimat itu mungkin suatu yang menyakitkan, tapi ini adalag permintaan seorang orang tua yang pesimis bisa membahagiakan anak-anaknya.
Di sisi lain.., sungguh aku tersiksa bila mengingat suamiku masih berada diluar rumah di saat tengah malam seperti ini. Sungguh tidak sampai hati oerasaan ini membiarkan ia bergelut dengan kebisingam diluar sana, angin dingin yang menusuk tulang. Seandainya saha..., boleh aku memutar semua Ya Allah....
Rabu, 07 Oktober 2015
Senin, 17 Agustus 2015
18.08.15 09:07
Manusia kadang di hadapkan pada suatu kenyataan bahwa keindahan hidup jauh berbanding terbalik dengan apa yang di inginkan., Seandainya sebuah kasih sayang, pengabdian tidak akan ada lagi.., maka semua kita anggap sudah berakhir. Aku disini memanglah berbeda dari apa yang dipandang orang banyak. disini harus berdiri teguh.., secara tegap, bijak..menghadapi segala macam persoalan hidup yang aku jalani. Kita sebagai manusia biasa hanya dapat memohon kepadaNya.
Sesungguhnya .., saya ingin sekali berlari dari semua ini.., pergi jauuuuhh bersama anak-anakku, suamiku dan ibuku. Tidak lagi mengenal semua orang yang kini ada di List kehidupan ini. Ya Allah.., aku tidak tahu apakah ini dosa yang tidak engkau sukai, berada di dalam keputus asaan, berada di dalam gejolak kehidupan yang sungguh membuatku semakiin berat.
Aku tidak tahu mana musuh mana kawan.., aku tidak tahu mana yang menyayangiku, mana yang membenciku., aku tidak tahu mana orang yang membutuhkanku dan mana yang sedang memanfaatkan aku. KehendakMu memang nyata Ya Rabbi.., kehendakmu memang luar biasa...
Hanya Allah AzzaWazzala yang mengetahui jalan hidup manusia.
Mungkin aku telah sombong, mungkin aku pernah jahat, melukai perasaan orang diluar sana yang tidak pernah aku sadari.., mungkin.... Dan ini adalah suatu pembelajaran untukku..
Dan..., mungkin ini adalah cara Allah agar aku selalu ingat kepadaNya, ingat pada penciptanya...
Langganan:
Postingan (Atom)